
Rilis Info News - Kegiatan rolling atau konvoi sepeda motor yang dilakukan organisasi masyarakat Makassar Tidak Kendor (MATADOOR) bersama The Legend 120 dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026), diwarnai insiden bentrokan dengan sekelompok warga di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Berdasarkan informasi dan keterangan warga di lokasi, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WITA. Peristiwa bermula ketika rombongan rolling melintas di kawasan Jalan Urip Sumoharjo. Sejumlah orang dilaporkan keluar dari salah satu lorong dan menghadang rombongan dengan menggunakan senjata tajam serta anak panah, sehingga situasi berkembang menjadi aksi saling lempar.
Ketegangan semakin meningkat hingga mengakibatkan dua unit sepeda motor terbakar di depan lorong. Peristiwa tersebut tentu menjadi perhatian serius karena kegiatan yang semestinya menjadi momentum mempererat persaudaraan dan persatuan pemuda justru diwarnai insiden yang mengganggu ketertiban umum.
MATADOOR bersama The Legend 120 menegaskan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas, menjaga persaudaraan, serta membangun kesadaran kolektif bahwa Makassar adalah rumah bersama yang harus dijaga.
Kami menyayangkan segala bentuk tindakan penghadangan, intimidasi, maupun penggunaan senjata tajam yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Namun, kami juga menegaskan bahwa setiap persoalan harus diselesaikan melalui jalur hukum dan tidak boleh dibalas dengan tindakan anarkis maupun aksi main hakim sendiri.
Momentum Sumpah Pemuda tidak boleh kehilangan maknanya akibat konflik antarkelompok. Perbedaan identitas, komunitas, maupun organisasi bukan alasan untuk saling bermusuhan.
MATADOOR DAN THE LEGEND 120 MENYATAKAN SIKAP:
1.Mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kronologi bentrokan di Jalan Urip Sumoharjo.
2.Meminta pihak kepolisian mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga melakukan penghadangan dan penyerangan menggunakan senjata tajam maupun anak panah.
3.Mendesak penegakan hukum secara profesional, objektif, dan tanpa tebang pilih terhadap siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.
4.Mengimbau seluruh elemen masyarakat dan komunitas pemuda di Kota Makassar agar tidak terprovokasi serta menahan diri dari tindakan yang dapat memicu konflik lanjutan.
4.Mengajak seluruh organisasi masyarakat, komunitas motor, dan elemen kepemudaan untuk membangun komitmen bersama menjaga keamanan dan persatuan Kota Makassar.
"Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan komitmen untuk menjaga persatuan. Jangan biarkan jalanan Makassar menjadi ruang permusuhan antarsesama anak bangsa. Kita boleh berbeda kelompok, tetapi kita tetap satu rumah, satu tanah air, dan satu tanggung jawab menjaga Kota Makassar."

0Comments