TSWoTUOlTUW7TSW8TUGpTpW8Ti==
Breaking
News

Zakat Soppeng Baru Rp2 Miliar, Suwardi Haseng Dorong BAZNAS Lebih Transparan dan Produktif

Font size
Print 0

 
Rilis Info News -  Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, mendorong pengelolaan dan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Soppeng terus diperkuat. Transparansi, akurasi pendataan, serta kepercayaan masyarakat kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Suwardi Haseng saat menghadiri penyaluran ZIS BAZNAS Kabupaten Soppeng di Cabenge, Kecamatan Lilirilau, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus BAZNAS Soppeng, Ketua BAZNAS KM Satturi, S.Pd., M.Pd., unsur Forkopimda, perwakilan Kapolres Soppeng melalui Kasat Reskrim IPTU Firman, SH., MH., perwakilan Kemenag, Dandim 1423/Soppeng, para Kepala KUA, camat, kepala desa dan lurah dari Kecamatan Lilirilau, Liliriaja dan Citta, serta para muzakki dan mustahik.

Ketua BAZNAS Soppeng KM Satturi dalam laporannya menyampaikan, penyaluran ZIS kali ini menyasar 345 penerima manfaat dari tiga kecamatan, yakni Lilirilau, Liliriaja dan Citta.

Total dana yang disalurkan mencapai Rp131 juta.

Bantuan diberikan kepada fakir miskin, siswa kurang mampu, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Menariknya, tahun ini BAZNAS mulai mengarahkan sebagian dana ZIS untuk bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM.

Satturi menjelaskan, fakir miskin menerima bantuan sekitar Rp300 ribu, sementara siswa kurang mampu memperoleh Rp250 ribu sekaligus tas sekolah. Adapun pelaku UMKM mendapatkan bantuan modal masing-masing sebesar Rp1,5 juta.

“Baru tahun ini dana ZIS disalurkan untuk UMKM,” ungkapnya.

Suwardi: Zakat Bukan Sekadar Kewajiban Agama

Di hadapan para muzakki dan penerima manfaat, Suwardi Haseng menegaskan bahwa zakat memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari sekadar pemenuhan kewajiban agama.

Menurutnya, zakat dapat menjadi instrumen sosial dan ekonomi untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan.

“Zakat bukan sekadar kewajiban agama yang bersifat personal, tetapi dalam Islam merupakan instrumen sosial-ekonomi yang sangat kuat untuk menciptakan keadilan dan pemerataan,” katanya.

Ia mengapresiasi langkah BAZNAS Soppeng yang terus menyalurkan dana umat kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Penyaluran zakat hari ini merupakan bukti nyata bahwa BAZNAS hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Potensi Zakat Soppeng Masih Jauh dari Maksimal

Namun, di balik penyaluran tersebut, Suwardi secara terbuka menyoroti masih rendahnya penghimpunan zakat di Kabupaten Soppeng.

Ia menyebut penerimaan zakat Soppeng saat ini berada di kisaran Rp2 miliar. Angka tersebut, menurutnya, masih sangat mungkin ditingkatkan jika dibandingkan dengan potensi ekonomi masyarakat Soppeng.

Suwardi bahkan membandingkannya dengan Kabupaten Barru yang disebut telah mampu menghimpun zakat sekitar Rp24 miliar.

Kondisi itu dinilainya bukan sekadar persoalan angka, tetapi menjadi tantangan bagi BAZNAS dan pemerintah daerah untuk membangun sistem penghimpunan yang lebih baik.

“Kalau pencatatannya bagus dan disiplin, mungkin kita bisa lebih tinggi daripada kabupaten lain,” katanya.

Karena itu, ia meminta BAZNAS memperkuat pendataan, termasuk mencatat potensi zakat, infak dan sedekah yang selama ini disalurkan masyarakat secara langsung kepada keluarga atau pihak yang membutuhkan.

Dengan pendataan yang lebih baik, kata Suwardi, pemerintah bersama BAZNAS dapat mengetahui secara lebih akurat seberapa besar potensi ZIS yang sebenarnya ada di Soppeng.

ASN dan Masyarakat Diminta Percayakan Zakat ke BAZNAS

Suwardi juga mengimbau ASN dan masyarakat yang telah memenuhi nisab agar menyalurkan zakat melalui BAZNAS Soppeng.

Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama dalam meningkatkan penghimpunan zakat.

“Yang paling penting adalah kepercayaan kepada pengurus BAZNAS,” tegasnya.

Ia meminta pengelolaan dana umat dilakukan semakin transparan, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penyalurannya pun harus dilakukan secara merata serta tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar berhak.

Dari Bantuan Konsumtif Menuju Bantuan Produktif

Suwardi juga mengapresiasi perubahan pola penyaluran ZIS yang mulai bergeser dari bantuan konsumtif menuju bantuan produktif.

Jika sebelumnya bantuan lebih banyak diberikan dalam bentuk sembako, kini sebagian dana disalurkan dalam bentuk uang, termasuk bantuan modal kepada pelaku UMKM.

Bantuan modal sebesar Rp1,5 juta diharapkan menjadi pijakan awal bagi penerima untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.

“Tidak mengapa pemberian modal bagi UMKM, lebih baik memulai daripada ditunda, sesuai aturan yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan dalam bentuk uang juga memberikan keleluasaan kepada penerima untuk memenuhi kebutuhan yang benar-benar mendesak.

Ia mencontohkan, bantuan sembako belum tentu seluruhnya sesuai kebutuhan penerima karena bisa saja barang yang diberikan sudah tersedia di rumah.

Suwardi berharap, jika penghimpunan ZIS ke depan meningkat, nilai bantuan yang diterima masyarakat juga dapat ditingkatkan.

“Kalau nanti meningkat, bisa menjadi Rp1 juta per orang bagi fakir miskin dan siswa-siswi,” katanya.

Rekrutmen Pengurus BAZNAS Akan Dibuka Secara Terbuka

Dalam kesempatan itu, Suwardi juga menyinggung masa kepengurusan BAZNAS Kabupaten Soppeng yang akan berakhir pada September.

Ia menyebut masa kepengurusan diperpanjang hingga akhir September karena masih terdapat sejumlah agenda yang harus diselesaikan.

Setelah itu, pemerintah akan membentuk panitia rekrutmen untuk membuka pendaftaran calon pengurus BAZNAS.

Suwardi menegaskan proses rekrutmen akan dilakukan secara transparan dan terbuka agar dapat menghasilkan kepengurusan yang lebih berkualitas dan mendapat kepercayaan masyarakat.

“Rekrutmen dan pendaftaran pengurus akan dilakukan secara transparan dan terbuka agar kualitas kepengurusan ke depan dapat lebih baik lagi,” ujarnya.

Mustahik Diharap Naik Kelas Menjadi Muzakki

Di akhir sambutannya, Suwardi berpesan agar bantuan ZIS tidak berhenti sebagai bantuan sesaat.

Ia berharap penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan secara bijak dan, jika memungkinkan, menggunakannya sebagai modal untuk membangun kemandirian ekonomi.

“Kami berharap bantuan zakat yang disalurkan hari ini tidak hanya dilihat dari nilainya semata, tetapi sebagai wujud kasih sayang Allah SWT melalui perhatian sesama saudara muslim,” tuturnya.

Menurutnya, tujuan akhir dari pengelolaan zakat bukan hanya membantu masyarakat bertahan, tetapi mendorong mereka keluar dari keterbatasan ekonomi.

“Kita semua berdoa semoga berkah dari zakat ini dapat mengubah keadaan, sehingga di masa depan para penerima hari ini dapat tumbuh menjadi muzakki yang mandiri secara ekonomi,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada 25 penerima manfaat.

(Red)

Zakat Soppeng Baru Rp2 Miliar, Suwardi Haseng Dorong BAZNAS Lebih Transparan dan Produktif
Check Also
Next Post

0Comments

Link copied successfully