
Rilis Info News - Upaya membangun komunikasi terbuka kembali dilakukan TK Negeri Lamung Patue, Kabupaten Soppeng, setelah sebelumnya muncul pemberitaan mengenai dugaan pungutan dalam kegiatan Maulid.
Kepala sekolah, ketua komite, dan orang tua murid kembali duduk bersama untuk memberikan penjelasan sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Sebelumnya, pihak sekolah bersama orang tua murid telah menyampaikan sanggahan dan klarifikasi terkait pemberitaan tersebut. Klarifikasi itu kemudian kembali dimuat oleh media yang sebelumnya memberitakan persoalan tersebut.
Bagi pihak sekolah, langkah tersebut merupakan bagian dari keterbukaan informasi agar persoalan yang menjadi perhatian publik dapat dipahami secara utuh berdasarkan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.
Namun, komunikasi tidak berhenti pada pemberitaan dan klarifikasi. Pihak TKN Lamung Patue kembali menggelar pertemuan dengan orang tua murid serta mengundang sejumlah awak media dan unsur lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Pertemuan tersebut digelar agar hasil pembahasan dapat disampaikan secara langsung kepada orang tua murid sekaligus memberikan ruang bagi media untuk memperoleh informasi dari sumber terkait.
Kepala TKN Lamung Patue, Jumrah, S.Pd., mengatakan pihak sekolah tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan.
“Kami tidak bermaksud menyalahkan atau menyudutkan siapa pun. Kami hanya ingin memberikan penjelasan secara terbuka agar persoalan ini dapat dipahami berdasarkan fakta dan hasil kesepakatan yang ada. Karena itu, kami mengundang orang tua, media, dan pihak lain untuk duduk bersama,” ujar Jumrah. Senin (21/9/2026)
Menurutnya, pihak sekolah tetap menghargai tugas dan fungsi media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun, ia berharap setiap informasi yang berkaitan dengan sekolah dapat dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak-pihak yang terlibat.
“Kami sangat menghargai teman-teman media. Kami juga terbuka terhadap kritik dan pemberitaan. Tetapi kami berharap informasi yang disampaikan nantinya sesuai dengan hasil klarifikasi dan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Tujuan kami bukan mencari siapa yang salah, tetapi menjaga komunikasi dan nama baik sekolah,” jelasnya.
Jumrah menambahkan, pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi orang tua murid untuk menyampaikan pandangan secara langsung. Dengan demikian, setiap pihak memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan penjelasan dan menyampaikan pendapat.
Sementara itu, salah seorang orang tua murid, Jusmaini, mengapresiasi langkah sekolah yang memilih menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan musyawarah.
“Kami sebagai orang tua tentu ingin yang terbaik untuk anak-anak dan sekolah. Kalau ada sesuatu yang perlu dijelaskan, menurut kami lebih baik dibicarakan bersama. Kami juga menghargai teman-teman media. Harapan kami, apa yang diberitakan nantinya sesuai dengan hasil pertemuan hari ini agar masyarakat mendapatkan informasi yang lengkap,” ujar Jusmaini.
Ia menegaskan, para orang tua tidak menginginkan persoalan tersebut berkembang menjadi polemik berkepanjangan.
“Tidak ada niat kami untuk menyalahkan siapa pun. Kami hanya ingin semuanya jelas dan tidak terjadi salah paham. Yang paling penting bagi kami adalah anak-anak tetap nyaman belajar dan hubungan antara sekolah dengan orang tua tetap baik,” tuturnya.
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi TKN Lamung Patue untuk memperkuat komunikasi antara pihak sekolah, komite, orang tua murid, media, serta masyarakat.
Melalui ruang dialog dan klarifikasi secara terbuka, pihak sekolah berharap informasi yang berkembang dapat dipahami secara utuh dan berimbang. Persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian publik juga diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama untuk membangun komunikasi yang lebih baik ke depannya.
(A1R)
0Comments