
Rilis Info News - Kondisi bangunan SD Negeri 236 Taletting, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, saat ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah bagian bangunan sekolah terlihat mengalami kerusakan dan dinilai dapat mengganggu kenyamanan serta keselamatan proses belajar mengajar.
Kerusakan terlihat pada bagian plafon sejumlah ruang kelas. Rangka plafon yang sudah lapuk dimakan usia menyebabkan kondisi plafon tampak memprihatinkan. Situasi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa maupun guru yang setiap hari beraktivitas di dalam ruangan.
Selain plafon, kondisi tegel lantai juga sudah membutuhkan perbaikan. Kuseng pintu dan jendela terlihat lapuk akibat dimakan usia dan rayap. Sementara itu, sejumlah bagian seng pada atap sekolah juga telah mengalami kerusakan. Beberapa paku seng terlepas karena rangka atap berbahan kayu sudah dalam kondisi lapuk.
Kondisi tersebut tentunya membuat suasana belajar mengajar menjadi kurang nyaman. Padahal, sarana dan prasarana sekolah yang aman dan layak merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang proses pendidikan yang berkualitas.
Salah seorang guru yang ditemui awak media di sekolah tersebut mengatakan, hingga saat ini bangunan sekolah belum pernah mendapatkan rehabilitasi secara menyeluruh. Bahkan, sekolah tersebut juga belum memiliki ruang guru khusus.
“Bangunan khusus ruang guru belum ada, jadi kantor dan ruang guru masih bersatu,” ungkapnya.
LSM Minta Pemerintah Segera Lakukan Rehabilitasi
Melihat kondisi tersebut, Ketua LSM SIDIK, Mahmud Cambang, meminta pemerintah memberikan perhatian dan memprioritaskan rehabilitasi bangunan SD Negeri 236 Taletting.
Mahmud mengatakan, dirinya bersama tim media telah melihat langsung kondisi bangunan sekolah dan menilai perbaikan sudah sangat diperlukan.
“Kami bersama tim media telah melihat langsung kondisi bangunan sekolah SDN Taletting. Kondisinya sangat memprihatinkan,” kata Mahmud. Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, rehabilitasi perlu segera dilakukan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik. Terlebih, kondisi rangka pada bagian atap yang sudah banyak mengalami pelapukan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga sekolah.
“Untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi siswa dan pendidik, bangunan ini harus segera direnovasi. Sebab, rangka bagian atap sudah banyak yang lapuk dan dapat membahayakan keselamatan murid dan guru,” tambahnya.
Ia juga menilai kondisi bangunan yang kurang layak membuat proses belajar mengajar menjadi tidak nyaman.
“Sudah tidak nyaman dalam proses belajar mengajar dengan kondisi bangunan seperti itu,” pungkas Mahmud.
Akses Jalan Menuju Taletting Juga Disoroti
Selain kondisi bangunan sekolah, Mahmud juga menyoroti akses jalan menuju wilayah Taletting yang dinilai perlu mendapat perhatian dari pemerintah.
Menurutnya, keberadaan akses jalan yang layak tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap perekonomian warga setempat.
Hal itu mengingat mayoritas masyarakat di wilayah tersebut bekerja sebagai petani dan berkebun. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, warga akan lebih mudah mengangkut dan memasarkan hasil perkebunan mereka.
“Dengan akses jalan yang layak, tentunya akan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Mayoritas masyarakat berkebun, sehingga akses jalan yang baik akan memudahkan warga menjual hasil buminya,” kata Mahmud.
Masyarakat berharap kondisi sekolah maupun akses jalan menuju Taletting dapat menjadi perhatian pemerintah. Perbaikan sarana pendidikan dan infrastruktur dasar dinilai penting untuk menunjang aktivitas masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi generasi penerus.
(A1R)

0Comments