Rilis Info News - Puluhan tahun menunggu, para petani di Bakae, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, akhirnya mendapat perhatian pemerintah terkait kondisi Bendung Passemmeng yang rusak akibat banjir.
Bendung yang menjadi tumpuan pengairan persawahan warga itu diketahui telah jebol selama lebih dari 20 tahun. Selama itu pula, para petani terpaksa mengandalkan swadaya dan gotong royong untuk mempertahankan fungsi bendung agar air tetap dapat mengalir ke areal persawahan.
Ketua Kelompok Tani setempat, Andi Padly, mengungkapkan kerusakan Bendung Passemmeng sebenarnya telah berulang kali diusulkan untuk mendapat penanganan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Namun, hingga bertahun-tahun lamanya, usulan tersebut belum membuahkan hasil.
"20 tahun lebih bendung ini jebol. Setiap Musrenbang selalu kami usulkan, namun sampai sekarang tidak ada hasil," kata Andi Padly.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat petani harus turun tangan sendiri. Dengan peralatan seadanya, mereka bergotong royong melakukan pembenahan agar bendung tetap bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah.
"Untuk tetap berfungsi mengairi persawahan, kami bergotong royong dengan swadaya membenahi bendung," ujarnya.
Andi Padly mengatakan, perhatian pemerintah yang datang saat ini menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi petani setelah penantian panjang selama dua dekade.
"Selama 20 tahun kami menanti, baru kali ini ada perhatian dari pemerintah," katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Bupati Soppeng Suwardi Haseng yang dinilai sigap merespons kondisi Bendung Passemmeng.
Menurut Andi Padly, meskipun penanganan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara, bantuan tersebut telah sangat membantu masyarakat.
"Meski langkah alternatif yang diberikan oleh Bupati Suwardi Haseng bersifat sementara, kami sudah bersyukur karena beliau benar-benar prihatin dan sigap membantu kami menangani ini," ungkapnya.
Bantuan material serta dukungan alat berat, lanjut Andi Padly, sangat membantu petani dalam mempercepat proses pembenahan Bendung Passemmeng yang selama ini mereka perbaiki secara mandiri.
"Mewakili para petani di Bakae, kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Bupati Soppeng. Bantuan material dan alat berat ini sangat membantu kami membenahi Bendung Passemmeng," pungkasnya.
Bagi para petani, perbaikan Bendung Passemmeng bukan sekadar persoalan infrastruktur. Keberadaan bendung tersebut berkaitan langsung dengan keberlangsungan pengairan sawah dan aktivitas pertanian masyarakat setempat.
Setelah bertahun-tahun bertahan dengan swadaya, para petani kini berharap penanganan sementara tersebut dapat menjadi langkah awal menuju perbaikan Bendung Passemmeng secara permanen.

0Comments