TSWoTUOlTUW7TSW8TUGpTpW8Ti==
Breaking
News

Andi Agus Nongki Tekankan 52 Inovasi Soppeng Harus Terukur

Font size
Print 0

 
Rilis Info News - Sebanyak 52 inovasi daerah Kabupaten Soppeng telah dihimpun untuk mengikuti Innovative Government Award (IGA) 2026. Bappelitbangda Soppeng menekankan pentingnya memastikan setiap inovasi memiliki bukti pelaksanaan, data dukung, serta manfaat yang dapat diukur.

Kepala Bappelitbangda Soppeng, Andi Agus Nongki, S.IP., M.Si., mengatakan jumlah inovasi yang banyak bukan menjadi ukuran utama keberhasilan.

Menurutnya, inovasi yang dilaporkan dalam IGA harus benar-benar diterapkan dan memberikan dampak bagi masyarakat. 

“Kita harapkan bukan banyaknya inovasi yang dilaporkan. Yang lebih penting bagaimana inovasi itu benar-benar berjalan, berkelanjutan dan memberikan manfaat serta dampak yang nyata bagi masyarakat,” kata Andi Agus, Rabu (2/9/2026).

Penjaringan inovasi IGA 2026 sendiri telah ditutup pada 31 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.

Dari 52 inovasi yang masuk, Dinas Kesehatan menjadi perangkat daerah dengan jumlah inovasi terbanyak, yakni 30 inovasi. Kemudian Dinas Pendidikan 12 inovasi dan Dinas P3AP2KB lima inovasi.

Selanjutnya Dinas PUPR mengajukan dua inovasi. Sedangkan Dinas PTSPNakertrans, Bappelitbangda dan Pemerintah Desa Tellu LimpoE masing-masing mengajukan satu inovasi.

Untuk mengelola data inovasi tersebut, Bappelitbangda menggunakan SIMDARA (Sistem Informasi Database Riset dan Inovasi Daerah).

Melalui SIMDARA, data inovasi dihimpun dan dikelola sekaligus dilakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen sebelum diajukan ke aplikasi IGA.

Andi Agus mengatakan inovasi yang dihimpun berasal dari perangkat daerah, unit kerja hingga pemerintah desa sebagai upaya mencari solusi terhadap berbagai persoalan pelayanan dan penyelenggaraan pemerintahan.

Sementara itu, Kepala Bidang Litbang Bappelitbangda Soppeng, Andi Dewi Siswati, mengatakan proses pemeriksaan data dilakukan dengan mengacu pada indikator pengukuran inovasi.

“Data inovasi yang masuk tidak hanya dihimpun, tetapi juga diperiksa kelengkapan dan kesesuaiannya dengan indikator pengukuran. Kita melihat bukti implementasi, keberlanjutan, manfaat dan dampak yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

SIMDARA juga diarahkan menjadi basis data bagi pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan, monitoring dan evaluasi terhadap inovasi yang telah dilaksanakan.

Bappelitbangda mendorong perangkat daerah pelaksana Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk lebih aktif mengidentifikasi inovasi yang telah berjalan maupun sedang dikembangkan.

Enam urusan wajib pelayanan dasar yang menjadi perhatian meliputi pendidikan, kesehatan, sosial, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, serta ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

Tahapan IGA 2026 selanjutnya memasuki proses pengukuran data inovasi pada September hingga Oktober 2026. Daerah yang masuk nominasi akan mengikuti presentasi kepala daerah pada November dan validasi lapangan pada akhir November.

Penganugerahan IGA 2026 dijadwalkan berlangsung di Provinsi Sumatera Barat pada awal Desember 2026.

Bappelitbangda Soppeng kini memastikan 52 inovasi yang telah dihimpun tidak hanya lengkap secara administrasi, tetapi juga memiliki bukti implementasi dan data yang menunjukkan manfaat serta dampaknya bagi masyarakat.


(Red)

Andi Agus Nongki Tekankan 52 Inovasi Soppeng Harus Terukur
Check Also
Next Post

0Comments

Link copied successfully