
Rilis Info News - Sebanyak 50 finalis mengikuti rangkaian Pemilihan Duta Lingkungan Kabupaten Soppeng yang digelar Ikatan Duta Lingkungan Hidup Kabupaten Soppeng.
Para finalis tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni 18 peserta dewasa, 24 remaja, dan 8 peserta cilik. Rangkaian kegiatan berlangsung di Taman Sutera, Soppeng, Jumat malam (25/9/2026).
Ajang ini tidak sekadar menjadi kompetisi untuk mencari sosok yang akan menyandang gelar Duta Lingkungan. Para peserta juga ditantang menunjukkan bakat, kreativitas, wawasan, serta kepedulian terhadap persoalan lingkungan.
Sejumlah tahapan penilaian disiapkan panitia, mulai dari Malam Bakat, Preliminary Kostum Daur Ulang, hingga Grand Final sekaligus Anugerah Duta Lingkungan.
Ketua Panitia, A.H. Hizbi, A.Md.Ak., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah untuk membentuk generasi muda yang memiliki kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Tujuannya untuk membentuk generasi muda yang cinta dan peduli terhadap lingkungan,” kata A.H. Hizbi.
Menurutnya, sosok yang nantinya terpilih sebagai Duta Lingkungan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa pesan tentang pentingnya pengelolaan dan perlindungan lingkungan kepada masyarakat.
“Harapannya ke depan para duta dapat menjadi agen perubahan yang dapat membawa misi pengelolaan dan perlindungan lingkungan,” ujarnya.
Pada tahapan Malam Bakat, para finalis diberikan kesempatan menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Penilaian dilakukan berdasarkan bakat dan penampilan yang ditampilkan masing-masing peserta.
Panitia menghadirkan tiga juri dari latar belakang lingkungan dan seni, yakni Ir. Andi Rahmasari Rahman yang merupakan pegiat bank sampah dan lingkungan, Bahar selaku pegiat seni, serta Nasrul Marsuki, Ketua Sanggar Seni Kawali yang juga dikenal sebagai penata musik dan tari di Sulawesi Selatan.
Tahapan berikutnya adalah Preliminary Kostum Daur Ulang. Pada sesi ini, kreativitas peserta diuji melalui kostum yang dibuat dari bahan-bahan daur ulang atau limbah.
“Yang dinilai adalah kostum dari daur ulang sampah serta cara membawakannya,” jelas A.H. Hizbi.
Ia mengatakan, susunan juri untuk tahapan Preliminary Kostum Daur Ulang masih dirahasiakan oleh panitia.
Sementara pada Malam Grand Final, para finalis akan menjalani penilaian melalui orasi bertema lingkungan dan menjawab pertanyaan seputar isu lingkungan.
“Untuk juri malam grand final adalah juri profesional dari berbagai latar belakang,” katanya.
Selain memperebutkan gelar Duta Lingkungan Kabupaten Soppeng, juara kategori dewasa dan peraih Favorite Vote nantinya akan dikirim untuk mengikuti ajang Duta Lingkungan Indonesia.
Melalui ajang ini, para peserta diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan tampil di depan publik, tetapi juga memiliki wawasan dan komitmen untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan.
Dengan demikian, gelaran Duta Lingkungan Soppeng diharapkan melahirkan generasi muda yang mampu menyuarakan pentingnya pengelolaan sampah, perlindungan lingkungan, serta membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
0Comments