TSWoTUOlTUW7TSW8TUGpTpW8Ti==
Breaking
News

Dua Tahun Berjuang Pulihkan Bendung Passemmeng, Petani Soppeng Kini Kembali Punya Harapan

Font size
Print 0

 
Rilis Info News -  Harapan para petani di Bakae, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng, untuk kembali menikmati aliran air ke areal persawahan mereka mulai menemukan titik terang.

Selama lebih dari dua tahun, para petani harus berjibaku mempertahankan fungsi Bendung Passemmeng yang rusak setelah diterjang banjir. Bendung yang menjadi salah satu tumpuan utama pengairan sawah masyarakat itu kembali mengalami kerusakan hingga membuat kekhawatiran petani terhadap keberlangsungan lahan pertanian mereka semakin besar.

Bagi masyarakat setempat, Bendung Passemmeng bukan sekadar bangunan pengairan. Infrastruktur tersebut menjadi urat nadi bagi areal persawahan yang membutuhkan pasokan air untuk mendukung aktivitas pertanian.

Selama dua tahun terakhir, para petani tidak hanya menunggu bantuan. Dengan keterbatasan yang ada, mereka secara swadaya bergotong royong melakukan berbagai upaya perbaikan agar air tetap bisa dialirkan ke persawahan.

Namun, kerusakan yang kembali terjadi membuat perjuangan tersebut semakin berat. Jika bendung tidak segera ditangani, pasokan air ke lahan pertanian dikhawatirkan terganggu dan berdampak langsung terhadap aktivitas bercocok tanam hingga hasil panen petani.

Di tengah kondisi itu, harapan baru muncul setelah Bupati Soppeng Suwardi Haseng turun langsung meninjau Bendung Passemmeng.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Soppeng itu berlangsung saat para petani tengah bergotong royong menangani bagian bendung yang mengalami kerusakan.

Bupati tidak hanya datang melihat kondisi di lapangan. Pemerintah Kabupaten Soppeng juga memberikan bantuan material berupa semen serta menurunkan alat berat untuk mendukung proses perbaikan bendung.

Dukungan tersebut menjadi angin segar bagi para petani yang selama ini berjuang secara swadaya. Dengan adanya tambahan material dan alat berat, proses penanganan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat sehingga fungsi Bendung Passemmeng bisa segera dipulihkan.

Kehadiran Bupati Soppeng pun disambut antusias masyarakat. Setelah lebih dari dua tahun menghadapi persoalan pengairan dan berupaya memperbaiki bendung dengan kemampuan sendiri, perhatian langsung pemerintah daerah dinilai menjadi dorongan besar bagi petani untuk menuntaskan persoalan tersebut.

Bagi para petani, pulihnya Bendung Passemmeng berarti lebih dari sekadar kembali mengalirnya air. Ada hamparan sawah yang harus ditanami, tanaman yang harus dipelihara, panen yang dinanti, serta kehidupan ekonomi keluarga yang bergantung pada hasil pertanian.



Salah seorang Pengurus Kelompok Tani Lamaloang, Andi Padly, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Soppeng yang telah datang langsung melihat kondisi Bendung Passemmeng sekaligus memberikan dukungan untuk proses perbaikannya.

“Terima kasih banyak kepada Bupati Soppeng yang datang langsung ke lokasi dan memberikan bantuan serta menurunkan alat berat,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi secercah harapan bagi para petani yang selama lebih dari dua tahun menantikan perbaikan Bendung Passemmeng.

“Kami beserta pengurus Kelompok Tani Lamaloang kembali mendapat harapan besar untuk segera menyelesaikan Bendung Passemmeng yang jebol,” katanya.

Sebagai pengurus kelompok tani sekaligus P3A Lamaloang, Andi Padly juga mewakili para petani di wilayah pengairan Bendung Passemmeng menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah.

“Selaku pengurus kelompok tani dan P3A Lamaloang, mewakili seluruh masyarakat petani di wilayah perairan Bendung Passemmeng, kami mengucapkan banyak terima kasih yang mendalam kepada Bupati Soppeng. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan,” tuturnya.

Kini, harapan para petani tertuju pada proses perbaikan yang diharapkan dapat berjalan hingga tuntas sebelum musim hujan tiba.

Perbaikan bendung dinilai penting bukan hanya untuk mengembalikan fungsi pengairan, tetapi juga memastikan saat curah hujan meningkat, infrastruktur tersebut mampu menampung dan mengalirkan air secara optimal ke lahan persawahan masyarakat.

Setelah lebih dari dua tahun bertahan dengan kondisi bendung yang rusak, para petani akhirnya kembali memiliki alasan untuk menatap musim tanam dengan optimisme.

Sebab bagi mereka, memperbaiki Bendung Passemmeng bukan sekadar membangun kembali sebuah infrastruktur, tetapi menghidupkan kembali aliran air, menjaga lahan persawahan, dan mempertahankan denyut kehidupan ekonomi masyarakat Bakae.


Dua Tahun Berjuang Pulihkan Bendung Passemmeng, Petani Soppeng Kini Kembali Punya Harapan
Check Also
Next Post

0Comments

Link copied successfully