
Rilis Info News - Hasil Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan menghadirkan dinamika yang berbeda dari berbagai prediksi yang berkembang sebelum pelaksanaan sidang. Salah satu yang menjadi perhatian adalah tidak masuknya nama Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Soppeng, Andi Kaswadi Razak, dalam susunan Tim Formatur.
Sebelum Musda digelar, Andi Kaswadi Razak santer disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat anggota Tim Formatur. Bahkan, di kalangan Ketua DPD II Partai Golkar kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, mantan Bupati Soppeng dua periode itu dikenal sebagai sosok yang kerap dijuluki "ketua kelas" karena dinilai memiliki peran penting dalam membangun komunikasi, koordinasi, dan kekompakan antar ketua DPD II.
Namun, hasil sidang pleno Musda menetapkan komposisi Tim Formatur yang berbeda dari berbagai prediksi tersebut.
Forum Musda memilih lima anggota Tim Formatur yang terdiri atas Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), H. Muhiddin Said sebagai perwakilan DPP Partai Golkar, drg. Salwa Muchtar sebagai perwakilan organisasi sayap Partai Golkar, serta dua perwakilan DPD II, yakni Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Luwu dan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bone, Andi Fahzar Pajalangi.
Absennya nama Andi Kaswadi Razak dalam daftar tersebut menjadi salah satu catatan menarik dari pelaksanaan Musda XI. Mengingat posisinya sebagai salah satu figur senior Partai Golkar Sulawesi Selatan dan pengaruhnya di lingkungan DPD II, banyak pihak sebelumnya memperkirakan ia akan menjadi bagian dari tim yang bertugas menyusun kepengurusan baru.
Meski demikian, keputusan forum Musda merupakan hasil mekanisme organisasi yang menjadi kewenangan peserta sidang. Dengan terbentuknya Tim Formatur, tahapan berikutnya adalah penyusunan struktur kepengurusan DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026–2031.
Sesuai mekanisme partai, proses penyusunan kepengurusan akan dilakukan oleh Ketua Terpilih bersama anggota Tim Formatur sebelum diajukan untuk mendapatkan pengesahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Tim inilah yang akan menentukan komposisi kepengurusan baru yang akan memimpin Partai Golkar Sulawesi Selatan selama lima tahun ke depan.
(Red)
0Comments