TSWoTUOlTUW7TSW8TUGpTpW8Ti==
Breaking
News

Bupati Soppeng Turun ke TPA Lempa, Siapkan Terobosan Ubah Sampah Jadi Energi Bernilai Ekonomi

Font size
Print 0

Rilis Info News -  Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, turun langsung meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Lempa di Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Senin (13/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi terkini sarana dan prasarana pengelolaan sampah sekaligus mengevaluasi sistem penanganan sampah di sektor hilir.

Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperkuat tata kelola persampahan yang lebih efektif, modern, dan berkelanjutan.

Saat berada di lokasi, Suwardi menyoroti kondisi blok pembuangan yang masih aktif. Ia meminta agar dilakukan pembenahan secara bertahap, termasuk penerapan sistem daily cover atau penutupan sampah harian guna meningkatkan efektivitas pengelolaan TPA.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengoptimalkan kapasitas lahan yang tersedia sekaligus memperpanjang masa layanan TPA Lempa.

"Pengelolaan TPA harus dilakukan dengan baik agar kapasitas yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal," ujar Suwardi.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak bisa hanya berfokus pada lokasi pembuangan akhir. Penanganan harus dimulai dari sumbernya melalui perubahan pola pengelolaan sampah di tengah masyarakat.

Karena itu, Bupati mendorong masyarakat untuk membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Di saat yang sama, peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan bank sampah di tingkat desa, kelurahan hingga kecamatan juga perlu terus diperkuat.

Selain pembenahan sistem pengelolaan, Suwardi menilai pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci dalam menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan. Ia mengajak seluruh pihak untuk mulai melihat sampah bukan hanya sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

Salah satu teknologi yang dinilai potensial untuk diterapkan adalah Refuse Derived Fuel (RDF), yaitu teknologi yang mengolah sampah, khususnya sampah plastik yang telah dipilah dan dicacah, menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Menurutnya, penerapan RDF dapat memberikan manfaat ganda, yakni mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus membuka peluang ekonomi baru dari sektor pengelolaan sampah.

"Ke depan, sampah tidak boleh lagi hanya menjadi beban lingkungan. Dengan teknologi yang tepat, sampah bisa menjadi sumber energi dan memiliki nilai ekonomi bagi daerah," ungkapnya.

Berdasarkan dokumen perencanaan Pemerintah Kabupaten Soppeng, TPA Lempa memiliki luas sekitar enam hektare dengan kapasitas desain mencapai sekitar 280 ribu meter kubik. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Soppeng Tahun 2025–2045, peningkatan kapasitas dan optimalisasi pengelolaan TPA juga menjadi salah satu fokus pemerintah daerah guna menjaga keberlanjutan layanan persampahan.

Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Soppeng, Aryadin Arif, S.TP., M.Si., bersama Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Soppeng.

Bupati Soppeng Turun ke TPA Lempa, Siapkan Terobosan Ubah Sampah Jadi Energi Bernilai Ekonomi
Check Also
Next Post

0Comments

Link copied successfully