Rilis Info News - Ketua LSM SIDIK, Mahmud Cambang, menyoroti belum beroperasinya dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng. Padahal, seluruh fasilitas dan sarana pendukung yang dibutuhkan untuk menjalankan program tersebut disebut telah siap digunakan.
Mahmud mengaku telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi dapur MBG Ganra. Dari hasil pemantauannya, bangunan dapur, instalasi pembuangan limbah, ruang kerja, hingga berbagai perlengkapan operasional telah tersedia dan memenuhi kebutuhan untuk segera menjalankan program.
"Saya bersama tim media sudah melihat langsung kondisi dapur MBG di Ganra. Mulai dari bangunan, sistem pembuangan limbah, ruang dapur, hingga perlengkapan operasional, semuanya sudah siap digunakan," ujar Mahmud, Senin (1/6/2026).
Untuk memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat operasional, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan mitra pelaksana serta Koordinator Wilayah (Korwil) Soppeng. Berdasarkan informasi yang diperoleh, seluruh tahapan persiapan telah rampung dan tidak ditemukan persoalan berarti.
"Kami sudah berkomunikasi dengan mitra dan Korwil Soppeng. Semua menyatakan tidak ada kendala. Persiapan sudah selesai dan tinggal menunggu keputusan Ketua SPPG untuk memulai operasional," katanya.
Guna mengetahui secara langsung penyebab belum berjalannya dapur MBG tersebut, Mahmud Cambang menghadiri pertemuan yang melibatkan mitra pelaksana, Korwil Soppeng, dan pihak Kepala SPPG.
Dalam pertemuan itu, Korwil Soppeng menegaskan bahwa dapur MBG Ganra sejatinya sudah siap beroperasi dan tidak semestinya kembali mengalami penundaan.
"Secara kesiapan sudah tidak ada masalah. Bahkan sebenarnya sudah terlambat jika terus ditunda. Jika terus ditunda, kita bisa mendapat teguran dari atasan," ungkap Korwil.
Sementara itu, Ketua SPPG menyampaikan bahwa operasional belum dapat dimulai karena masih terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi, di antaranya kesiapan tenaga akuntan dan penempatan kamera CCTV di area dapur.
Namun, pihak mitra membantah alasan tersebut. Mereka menegaskan bahwa tenaga akuntan telah tersedia dan siap bekerja, sedangkan persoalan CCTV dinilai bukan hambatan serius karena dapat segera diselesaikan melalui penyesuaian titik pemasangan.
Meski demikian, Ketua SPPG tetap mengusulkan agar operasional dapur MBG Ganra dimulai setelah masa libur sekolah berakhir.
Usulan itu mendapat respons tegas dari Mahmud Cambang. Ia meminta agar program MBG segera dijalankan tanpa harus menunggu berakhirnya masa liburan sekolah, mengingat seluruh kebutuhan yang diminta telah dipenuhi oleh pihak mitra.
"Biarkan program MBG berjalan sekarang. Semua permintaan dan kebutuhan yang disampaikan sudah dipenuhi oleh mitra. Tidak ada lagi alasan yang mendasar untuk menunda operasional," tegasnya.
Menurut Mahmud, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang harus segera direalisasikan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, khususnya para pelajar yang menjadi sasaran program.
"Ini adalah program nasional yang sangat penting dan tidak boleh terus-menerus tertunda. Bangunan sudah siap, perlengkapan tersedia, tenaga kerja dan relawan juga siap. Yang dibutuhkan saat ini hanyalah komitmen untuk segera menjalankannya," ujarnya.
Lebih lanjut, Mahmud mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Ketua SPPG Ganra apabila dapur MBG tersebut masih belum difungsikan dalam waktu dekat.
"Jika seluruh persyaratan telah terpenuhi namun dapur MBG Ganra tetap belum dioperasikan, maka BGN Provinsi perlu melakukan evaluasi. Jangan sampai program yang ditunggu masyarakat justru terhambat oleh alasan-alasan yang tidak lagi relevan dan tidak memiliki dasar yang jelas," pungkas Mahmud.
(A1R)


0Comments