Rilis Info News - Kawasan Gapis yang kini menjadi sentra baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Soppeng dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat kuliner dan penggerak ekonomi masyarakat. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah daerah agar dapat berkembang secara maksimal.
Hal itu disampaikan Ketua LSM SIDIK, Mahmud Cambang, saat ditemui di salah satu warung kopi di Watansoppeng, Jumat (19/6/2026).
Menurut Mahmud, langkah Pemerintah Kabupaten Soppeng merelokasi pelaku UMKM ke kawasan Gapis merupakan kebijakan yang patut diapresiasi. Meski demikian, relokasi saja dinilai belum cukup tanpa diiringi berbagai program pendukung yang mampu meningkatkan aktivitas dan kunjungan masyarakat ke kawasan tersebut.
Ia menjelaskan, para pelaku UMKM yang kini berjualan di kawasan Gapis masih berada dalam tahap penyesuaian. Di sisi lain, masyarakat juga membutuhkan waktu untuk mengenal kawasan tersebut sebagai pusat kuliner dan ruang berkumpul yang baru.
“Para pelaku UMKM masih beradaptasi dengan lokasi baru. Begitu pula masyarakat yang perlahan mulai mengenal bahwa kawasan Gapis diarahkan menjadi pusat kuliner Kabupaten Soppeng,” ujarnya.
Mahmud menilai tantangan utama dalam pengembangan kawasan kuliner baru adalah membangun kebiasaan masyarakat untuk datang dan beraktivitas di lokasi tersebut. Karena itu, pemerintah tidak cukup hanya menyediakan tempat, tetapi juga perlu menghadirkan program yang mampu menarik minat warga.
Ia menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Soppeng menjalin kolaborasi dengan PT Perseroda maupun pihak terkait lainnya untuk rutin menggelar berbagai kegiatan di kawasan Gapis. Event seni budaya, festival kuliner, hiburan rakyat, hingga kegiatan komunitas diyakini dapat menjadi daya tarik yang efektif untuk meningkatkan kunjungan masyarakat.
“Kalau kawasan itu ingin cepat dikenal dan ramai, maka harus sering ada kegiatan. Event yang melibatkan masyarakat akan berdampak langsung pada peningkatan omzet pelaku UMKM,” katanya.
Lebih lanjut, Mahmud menilai penguatan sektor UMKM menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Soppeng pada triwulan pertama tahun 2026 yang mencapai 9,3 persen.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut sebagian besar ditopang oleh sektor pertanian, terutama pada masa panen dan tingginya serapan gabah petani. Kondisi tersebut belum tentu terjadi dengan intensitas yang sama pada triwulan berikutnya.
“Pertumbuhan ekonomi 9,3 persen tentu menjadi kabar baik. Namun kita perlu melihat sumber pertumbuhannya. Pada triwulan pertama, sektor pertanian memberikan kontribusi yang sangat besar karena adanya panen dan serapan gabah. Sementara pada triwulan kedua situasinya bisa berbeda,” jelasnya.
Karena itu, menurut Mahmud, pemerintah perlu mulai memperkuat sektor-sektor lain yang berpotensi menjadi penopang ekonomi daerah, salah satunya UMKM yang bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
Ia meyakini, jika kawasan Gapis berkembang menjadi pusat kuliner dan pusat aktivitas masyarakat, dampak ekonominya tidak hanya dirasakan oleh pelaku UMKM, tetapi juga oleh pemasok bahan baku, tenaga kerja, sektor transportasi, hingga pelaku perdagangan lainnya.
“Kalau kita ingin pertumbuhan ekonomi Soppeng tetap terjaga bahkan meningkat, maka sektor UMKM harus diberi ruang yang lebih besar untuk berkembang. Kawasan Gapis memiliki potensi besar, tinggal bagaimana pemerintah bersama seluruh pihak terkait mendorongnya melalui berbagai kegiatan yang mampu menarik masyarakat,” tegasnya.
Mahmud berharap kawasan Gapis ke depan tidak hanya dikenal sebagai lokasi relokasi UMKM, tetapi mampu tumbuh menjadi ikon ekonomi sekaligus destinasi kuliner baru yang membanggakan Kabupaten Soppeng.
(Red)

0Comments