TSWoTUOlTUW7TSW8TUGpTpW8Ti==
Breaking
News

Saat Dunia Pendidikan Diuji Isu: Pesan Tegas Kadisdik Soppeng

Font size
Print 0

 

Rilis Info News -   Dunia pendidikan kembali diingatkan pada pentingnya menjaga nilai dasar profesionalisme. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Andi Sumangerukka, menyampaikan refleksi tajam terkait maraknya isu yang dinilai tidak produktif di lingkungan sekolah.

Dalam momentum evaluasi kinerja dan etika profesi, ia menegaskan bahwa integritas harus menjadi fondasi utama bagi seluruh insan pendidikan. Sekolah, menurutnya, adalah ruang keteladanan—bukan tempat berkembangnya asumsi yang belum tentu benar.

“Di lingkungan yang seharusnya dipenuhi keteladanan, terkadang justru muncul suara-suara yang tidak mencerminkan kedewasaan. Bukan dalam bentuk kerja, tetapi cerita. Bukan solusi, tetapi asumsi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut langsung menyita perhatian karena dianggap mewakili realitas yang kerap terjadi, namun jarang disampaikan secara terbuka.

Ia juga mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang belum terverifikasi, terlebih yang menyangkut nama baik rekan kerja, bukanlah bentuk kepedulian. Sebaliknya, hal itu justru berpotensi merusak kepercayaan di lingkungan pendidikan.

“Menyebarkan hal yang belum pasti, apalagi menyangkut nama baik orang lain, bukanlah kecerdasan, melainkan kecerobohan yang dibungkus seolah kepedulian,” tegasnya.

Pesan ini ditujukan kepada seluruh tenaga pendidik dan kependidikan agar kembali pada nilai-nilai profesionalisme. Integritas, lanjutnya, tidak hanya tercermin dalam proses belajar mengajar, tetapi juga dalam sikap, ucapan, dan perilaku sehari-hari.

“Integritas seorang pendidik tidak hanya diukur dari apa yang diajarkan di kelas, tetapi juga dari apa yang disampaikan di luar kelas,” tambahnya.

Di tengah derasnya arus informasi, ia mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan yang telah dibangun bersama. Menurutnya, kepercayaan adalah aset yang tidak mudah dipulihkan ketika telah rusak.

“Jika belum mampu berkontribusi besar, setidaknya jangan merusak kepercayaan yang sudah ada. Sekali runtuh, kepercayaan sulit untuk dikembalikan,” ujarnya.

Menutup refleksinya, ia menyampaikan pesan yang menggugah sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak:

“Pada akhirnya, waktu akan membuktikan siapa yang bekerja dalam diam, dan siapa yang hanya ramai dalam cerita.”

Sejumlah pengamat menilai, pernyataan tersebut bukan sekadar kritik, tetapi juga ajakan untuk berbenah. Dunia pendidikan diharapkan tidak lagi terjebak dalam pusaran isu, melainkan fokus pada kerja nyata, peningkatan kualitas, dan keteladanan.

(A1R) 


Saat Dunia Pendidikan Diuji Isu: Pesan Tegas Kadisdik Soppeng
Check Also
Next Post

0Comments

Link copied successfully