Rilis Info News - Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Soppeng kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda melalui latihan rutin Krida Tindakan Masyarakat (Tibmas) bagi Pramuka Saka Bhayangkara.
Kegiatan ini digelar di halaman Mapolres Soppeng, Jalan Latenri Bali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, kemudian berlanjut di Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Soppeng, Minggu (19/4/2026), mulai pukul 09.30 WITA hingga selesai.
Dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Soppeng, IPTU Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si selaku Ketua Harian Saka Bhayangkara, para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga digembleng melalui praktik lapangan yang menantang.
Materi Krida Tibmas yang diberikan mencakup simulasi Tek-Tek Kamling, termasuk penggunaan kentongan dengan berbagai sandi ketukan sebagai alat komunikasi di pos ronda. Peserta dilatih memahami kode-kode penting, mulai dari situasi aman, patroli, hingga tanda bahaya seperti pencurian dan kebakaran.
Tak berhenti di situ, kemampuan fisik dan pertahanan diri juga diasah melalui latihan bela diri menggunakan tongkat T. Dalam sesi ini, peserta diajarkan teknik dasar baik untuk melindungi diri maupun menghadapi potensi ancaman.
Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali pemahaman tentang penanganan masalah di lingkungan masyarakat. Mulai dari langkah pelaporan kepada kepolisian hingga penyelesaian konflik melalui pendekatan musyawarah, semuanya dikupas secara praktis dan aplikatif.
Usai sesi Tibmas, kegiatan dilanjutkan dengan materi Krida P2BA (Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Alam) di Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Soppeng. Dalam sesi ini, tim Damkar memberikan pembekalan terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, sekaligus memperkuat sinergi lintas instansi dalam pembinaan generasi muda.
Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang sadar hukum, disiplin, dan peduli terhadap lingkungan.
“Kegiatan ini sangat positif dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya anggota Saka Bhayangkara, agar mampu menjadi pelopor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, IPTU Andri Hermansyah menekankan bahwa latihan ini dirancang tidak sekadar teoritis, melainkan berbasis praktik nyata di lapangan.
“Kami ingin anggota Saka Bhayangkara tidak hanya paham konsep, tetapi juga memiliki keterampilan dasar untuk bertindak cepat dan tepat dalam berbagai situasi, serta mampu menjadi mitra Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” jelasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Antusiasme tinggi dari para peserta menjadi bukti bahwa pembinaan seperti ini tidak hanya diminati, tetapi juga dibutuhkan dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berdaya.


0Comments