TSWoTUOlTUW7TSW8TUGpTpW8Ti==
Breaking
News

Retak Dini Infrastruktur Publik, Warga Desak Pemeriksaan Teknis Jembatan Toddang SaloE

Font size
Print 0

Rilis Info News -    Infrastruktur publik kembali menjadi sorotan setelah muncul informasi adanya keretakan pada bagian sayap jembatan di Jembatan Toddang SaloE, Desa Kessing. Jembatan tersebut diketahui baru sekitar tiga bulan rampung dibangun.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, retakan terlihat pada bagian sayap sebelah barat, sisi kiri jembatan. Kerusakan itu memunculkan tanda tanya, mengingat usia bangunan yang masih sangat baru.

Seorang informan yang enggan disebutkan identitasnya mengaku melihat langsung kondisi tersebut saat melintas di lokasi, Jumat (27/2/2026).

“Terlihat ada retakan di bagian sayap barat sisi kiri. Tapi saat itu tidak sempat mengambil foto,” ujarnya.

Sebagai salah satu infrastruktur penghubung vital bagi aktivitas warga Desa Kessing dan sekitarnya, keberadaan jembatan ini berperan penting dalam memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga akses transportasi antarwilayah.

Karena itu, kabar mengenai munculnya retakan dalam waktu relatif singkat setelah pembangunan selesai menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Secara teknis, keretakan pada struktur beton dapat disebabkan berbagai faktor, mulai dari penyusutan material, mutu campuran beton, beban berlebih, hingga pergerakan tanah dasar. Namun, untuk memastikan penyebab pastinya, diperlukan pemeriksaan lapangan secara menyeluruh dan berbasis uji teknis.

Mahmud Cambang, Ketua LSM Sidik, menegaskan bahwa setiap indikasi keretakan pada infrastruktur publik—terlebih yang masih baru—harus segera ditindaklanjuti dengan inspeksi teknis.

“Retakan tidak selalu berarti kegagalan struktur, tetapi tetap harus diperiksa. Apalagi ini fasilitas umum yang digunakan masyarakat setiap hari,” tegasnya.

Pemeriksaan teknis umumnya meliputi analisis visual pola retakan, pengukuran lebar dan panjang retak, uji mutu beton, serta evaluasi kondisi tanah di sekitar abutment atau sayap jembatan. Langkah ini penting untuk menentukan apakah retakan bersifat kosmetik (retak rambut) atau mengarah pada potensi gangguan struktural.

Sejumlah warga berharap pihak terkait segera turun melakukan pengecekan resmi. Selain demi keselamatan pengguna jalan, langkah cepat dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas pembangunan.

“Kalau memang ada retak, sebaiknya cepat diperiksa. Jangan sampai bertambah parah,” tambah Mahmud.

Transparansi hasil pemeriksaan juga dianggap krusial agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak berkembang spekulasi.

Diketahui, proyek pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari peningkatan infrastruktur jalan ruas Paddangeng–Leworeng yang didanai melalui APBD Kabupaten Soppeng Tahun Anggaran 2025. Jembatan tersebut diharapkan menjadi pengungkit konektivitas antar dusun sekaligus mendorong roda perekonomian warga yang telah lama menantikan perbaikan akses.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai kondisi terkini Jembatan Toddang SaloE. Masyarakat pun menunggu klarifikasi serta hasil pemeriksaan teknis untuk memastikan keamanan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.


Retak Dini Infrastruktur Publik, Warga Desak Pemeriksaan Teknis Jembatan Toddang SaloE
Check Also
Next Post

0Comments

Link copied successfully