TSWoTUOlTUW7TSW8TUGpTpW8Ti==
Breaking
News

Potret Kemiskinan di Soppeng: Ibu Mariati, Buruh Cuci yang Tinggal di Rumah Tak Layak

Font size
Print 0

Rilis Info News -  Di balik pesatnya pembangunan dan wajah modern perkotaan, masih tersimpan potret kehidupan yang luput dari perhatian. Di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, seorang perempuan paruh baya bernama Ibu Mariati menjalani hari-harinya dalam kondisi yang jauh dari kata layak.

Perempuan berusia 61 tahun itu tinggal di sebuah rumah kayu rapuh yang berada di Jalan Sunu, RT 003 RW 004, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata. Rumah yang ia tempati bukan sekadar sederhana, melainkan sudah nyaris roboh dan membahayakan keselamatan penghuninya.

Sejak suaminya meninggal dunia, Ibu Mariati harus menjalani hidup seorang diri. Ia memiliki seorang anak perempuan yang telah menikah dan tinggal terpisah. Sejak saat itu, seluruh beban hidup dipikulnya sendiri, tanpa pendamping, dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ibu Mariati bekerja sebagai buruh cuci dan membersihkan rumah warga di sekitar tempat tinggalnya. Penghasilan yang diperolehnya tidak menentu dan sering kali tidak mencukupi kebutuhan harian. Meski demikian, dengan keteguhan hati, ia tetap bertahan dan mensyukuri apa pun yang didapat demi melanjutkan hidup.

Hasil pantauan awak media menunjukkan kondisi rumah Ibu Mariati yang sangat memprihatinkan. Bangunan kayu yang telah lapuk dimakan usia tampak rapuh dan rawan ambruk. Dinding rumah tidak lagi kokoh, atap seng berlubang di berbagai bagian, sementara bagian belakang rumah telah roboh. Saat musim hujan tiba, air dengan mudah merembes masuk ke dalam rumah. Karena kondisi tersebut, Ibu Tati terpaksa bertahan di bawah kolong rumah demi menghindari hujan dan potensi runtuhan bangunan.

Kisah pilu ini kian menyayat hati karena Ibu Mariati tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri. Di rumah yang tidak layak huni itu pula, ia merawat seorang kerabat yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ). Tanggung jawab tersebut semakin menambah berat beban hidup yang harus ia jalani, baik secara fisik maupun mental.

Salah seorang warga setempat, Nurjannah, mengungkapkan bahwa Ibu Mariati kerap mendapat bantuan dari warga sekitar dan kerabatnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kadang dibantu warga dan keluarga karena kasihan melihat kondisinya,” ujar Nurjannah.

Ia juga menyampaikan bahwa rumah Ibu Mariati sebenarnya telah beberapa kali diusulkan untuk mendapatkan bantuan bedah rumah. Namun hingga saat ini, bantuan tersebut belum juga terealisasi.

“Sudah sering diusulkan untuk bedah rumah, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” tambahnya dengan nada prihatin.

Melalui pemberitaan ini, warga sekitar berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak terkait. Mereka berharap agar Ibu Mariati segera mendapatkan bantuan bedah rumah sehingga dapat tinggal di hunian yang layak, aman, dan manusiawi, sebuah hak dasar yang semestinya dapat dirasakan oleh setiap warga negara.

Potret Kemiskinan di Soppeng: Ibu Mariati, Buruh Cuci yang Tinggal di Rumah Tak Layak
Check Also
Next Post

0Comments

Link copied successfully