Rilis Info News - Kondisi Pasar Tajuncu yang berada di Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, belakangan menjadi perhatian publik. Pasar rakyat yang selama ini dikenal aktif setiap hari Selasa sebagai pusat perputaran ekonomi masyarakat, kini dinilai tak lagi berfungsi optimal.
Selama puluhan tahun, Pasar Tajuncu menjadi tumpuan hidup warga sekitar. Beragam komoditas diperjualbelikan di pasar ini, mulai dari hasil pertanian, perikanan, kue tradisional, hingga kebutuhan sandang dan papan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh berbeda dari masa kejayaannya.
Pantauan di lokasi yang dibagikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai NasDem Kabupaten Soppeng, Syamsul Bahri Anas, memperlihatkan banyak los pasar yang terbengkalai. Sejumlah lapak tampak tidak lagi difungsikan dan ditumbuhi rumput liar, menandakan minimnya aktivitas perdagangan. Kondisi tersebut terlihat jelas pada Selasa (13/1/2025).
“Pasar yang seharusnya menjadi denyut nadi ekonomi rakyat, kini justru tampak sepi dan tidak terawat,” tulis Syamsul Bahri Anas dalam unggahannya yang menuai perhatian masyarakat.
Sorotan serupa datang dari Ketua Tim Investigasi dan Monitoring LHI, Mahmud Cambang. Ia menilai terbengkalainya pasar rakyat mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap penguatan ekonomi kerakyatan.
“Pasar tradisional bukan sekadar tempat jual beli, melainkan ruang hidup masyarakat kecil. Jika dibiarkan terbengkalai, maka pedagang dan warga sekitar yang paling dirugikan,” ujarnya.
Mahmud menyoroti minimnya pengelolaan, perawatan, serta pembinaan pedagang yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui dinas terkait. Menurutnya, pasar rakyat harus dikelola secara berkelanjutan agar tetap hidup dan mampu bersaing dengan pasar modern.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Soppeng, khususnya Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM, segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi Pasar Tajuncu. Mulai dari penataan ulang los, peningkatan fasilitas, hingga penyusunan strategi untuk menghidupkan kembali minat pedagang dan pembeli.
“Pemerintah seharusnya tidak hanya membangun pasar, tetapi memastikan pasar tersebut benar-benar berfungsi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Mahmud mendorong adanya dialog terbuka dengan para pedagang guna menggali akar permasalahan yang menyebabkan pasar semakin sepi, baik faktor lokasi, fasilitas, daya beli masyarakat, maupun minimnya promosi pasar rakyat.
Sebagai pasar tradisional, Pasar Tajuncu memiliki peran strategis dalam mendukung ekonomi lokal dan UMKM di Kecamatan Donri-Donri. Dengan pengelolaan yang tepat, pasar ini berpotensi menjadi pusat distribusi hasil pertanian dan perikanan masyarakat setempat, sekaligus menjaga keberlangsungan produk dan kearifan lokal.
Kini, masyarakat berharap Pasar Tajuncu tidak sekadar menjadi bangunan fisik, tetapi kembali hidup sebagai ruang ekonomi rakyat yang ramai, produktif, dan berkelanjutan.
(Red)


0Comments